Menurut Kantor Berita ABNA, Sekelompok warga Iran yang dikomandoi beberapa mahasiswa berkumpul di hadapan kedutaan besar Inggris untuk Iran di Tehran Rabu (30/11) untuk mengenang peristiwa 13 Aban 1358 HS. Sekelompok warga Iran tersebut mengecam kebijakan Inggris yang mengeluarkan sanksi baru terhadap Iran berkaitan dengan program nuklir Iran yang tidak disetujui Barat.
Beberapa mahasiswa dalam aksi tersebut memaksa masuk ke dalam kantor kedutaan dengan memanjat dinding, menurunkan bendera kebangsaan Inggris dan menggantikannya dengan bendera nasional Iran. Merekapun menyanyikan yel-yel anti Barat dan mengibarkan panji-panji yang bertuliskan kalimat 'Ya Husain'.
Laungan "Allahu Akbar" dan slogan anti Israel bergema di kawasan tersebut selain itu mereka juga membakar bendera Inggris dan Israel. Pihak keamanan Iran gagal mencegah puluhan warga yang berhasil masuk ke dalam kompleks kedutaan. Mereka membuka pintu gerbang sembari melepas lambing kerajaan Inggris yang selama ini melekat di pintu gerbang masuk komplek kedutaan tersebut. Sambil mengibarkan panji-panji 'Ya Husain' para pengunjuk rasa juga sempat membaca doa ziarah Asyura bersama-sama.
Aksi warga Iran tersebut berakhir setelah kepala kepolisian Teheran Husain Sajjadi Niya meminta para pengunjuk rasa untuk keluar dari kompleks kedutaan dan membubarkan aksi tersebut. Kementerian Luar Negeri Inggris merespon aksi penyerangan warga Iran tersebut dengan kecaman dan meminta agar pemerintah Iran menjamin keamanan warganya dan melindungi kedutaan asing.